April 2016

Kelamin Pria 60 Tahun Dipotong, Dituduh Punya Ilmu SantetMK (60) warga Dusun Gunung, Desa Timur Jang-Jang, Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, ditemukan tewas mengenaskan di jalan setapak.

Saat ditemukan kondisi jasad korban sangat mengenaskan, dengn alat kelaminnya dipotong dan juga diduga dibuang oleh pembunuhnya.

Pembunuhan tersebut diduga karena sang korban memiliki ilmu hitam. Saat sebelum kejadian pembunuhan yang mengegerkan penduduk setempat, berkembang santer bahwa korban menguasai ilmu santet.

Warga berpedapat, perbuatan korban membuat beberapa warga sekitar menjadi sakit dan meninggal dunia dengan cara tidak wajar.

Mayat korban pertama kali ditemukan oleh MS, warga sekitar yang merupakan tetangga korban yang pada saat itu sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian.
DIa sangat terkejut melihat sesosok tubuh manusia di dalam semak-semak.
MS kemudian segera pulang dan dia langsung melaporkan penemuannya tersebut ke aparat desa setempat dan juga kepolisian. Warga bersama dengan aparat desa kemudian langsung mendatangi lokasi, tempat ditemukannya mayat tersebut.

Setelah diperiksa, dan di identifikasi ternyata mayat tersebut adalah MK yang juga masih penduduk setempat.
ujar Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin berdasar keterangan Musahwi.
ujar Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin berdasar keterangan Musahwi.

Mayat korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Kangayan untuk dilakukan visum.
Hasil visum, menyebutkan korban diduga kuat dianiaya oleh seseorang yang hingga kini masih belum diketahui. Pada sekujur tubuhnya ditemukan banyak luka bacokan dan alat kelamin korban juga dipotong.

Kasubbag Humas, AKP Hasanuddin mengatakan bahwa Motif pembunuhan ini masih belum jelas karena hanya terdengar isu yang beredar di luar bahwa korban memiliki ilmu santet. Dan dari pelaku nanti akan diketahui motifnya apa.

Hingga kini pihak polisi masih masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti dan sejumlah saksi untuk menangkap pelaku penganiayaan ini.
Sumber : Tribunnews.com

Warga di pulau ini bunuh ribuan ikan paus hingga lautan berwarna merah darahLaut di Kepulauan Faroe di sebelah utara Eropa seketika berubah menjadi berwarna merah oleh darah dari ratusan ikan paus yang dibunuh oleh warga setempat setiap tanggal 22 November di tiap tahunnya, yang merupakan bagian dari budaya berburu ikan paus. Tiap tahun warga pulau menangkap dan membantai ratusan ikan paus pilot (Globicephala melaena) selama tradisi berburu ikan paus tradisional yang dikenal dengan ‘Grindadrap’.

Perburuan massal daging ikan paus ini tidak dijual namun dibagikan secara merata kepada warga masyarakat setempat. Para pemburu lalu menggiring ikan paus ke arah Teluk lalu melukai punggung ikan paus dan membiarkan mamalia ini berdarah sampai ikan ini mati perlahan-lahan, dan warna laut sekitarnya berubah hingga merah darah.

Kepulauan Faroe merupakan sebuah provinsi otonom di negara Denmark, dimana penangkapan terhadap ikan paus dilarang, namun hukum di Kepulauan Faroe malah memungkinkan untuk melakukan pembantaian massal ikan paus pilot,  untuk melaksanakan tradisi tahunan mereka. Penangkapan terhadap ikan paus pilot di Kepulauan Faroe di Atlantik Utara sudah dilakukan sejak masa pemukiman bangsa Norse pertama di kepualauan faroe. Daging dan juga lemak dari ikan paus pilot sudah lama menjadi bagian dari konsumsi makanan nasional kepulauan Faroe.

Meskipun telah mendapat kritik dari berbagaia pihak terutama kelompok penyayang dan pembela hak-hak binatang serta Komisi Ikan Paus Internasional, namun kebiasaan berburu ikan paus terus saja membunuh ribuan paus tiap tahunnnya. Sekitar 950 ekor ikan paus pilot bersirip panjang dibunuh tiap tahunnya, terutama pada musim panas
.
The American Cetacean Society mengatakan bahwa ikan paus pilot bukan termasuk hewan yang dianggap terancam punah, namun telah terjadi penurunan nyata pada jumlah populasi mereka disekitar Kepulauan Faroe.


Gila dah! Gadis 16 Tahun ini Diperkosa 113 Pria, 2 Diantaranya PolisiSeorang perempuan yang baru berusia 16 tahun telah diperkosa  selama 2 tahun, ia juga sudah melayani sekitar 113 orang pria dan yang paling mengejutkan 2 orang diantaranya adalah seorang oknum polisi yang seharusnya melindungi dan menyelamtkannya. 

Ia mengaku bahwa dia dipaksa untuk melayani para lelaki tersebut dengan penuh rasa sedih dan duka. 113 orang pria itu memperkosanya dengan cara paksa termasuk juga oknum anggota polisi yang memperkosanya.

Sebagaimana yang dilansir dari laman Tribunenws.com, gadis tersebut kemudian berhasil kabur dan melarikan diri ke New Delhi dan melaporkan kejadian yang telah dialaminya tersebut ke kantor polisi. Oleh pihak polisi di New Delhi kasus itu dilimpahkan ke pihak Kepolisian Pune.

Kepolisian Pune selanjutnya berhasil menangkap tersangka yang merupakan seorang wanita yang berinisial SK (26), seorang warga negara Nepal yang bertempat tinggal di Viman Nagar.

Ternyata, wanita tersebut memiliki jaringan dan polisi juga berhasil menangkap RB (35), HS (25), TS (23), serta RT (25), mereka semua adalah warga Nepal yang bertempat tinggal di Kalyani Nagar.
Mumi Berusia 1.500 Tahun Ini Mengenakan Sepatu 'Adidas'?
atas sepatu mumi bawah sepatu adidas


Sangat mengejutkan, siapa sangka sepatu olahraga gaya pada masa kini ternyata sudah pernah diciptakan di zaman masa lalu? Setidaknya, kesan tersebutlah yang didapatkan saat mengamati sebuah mumi yang diperkirakan berusia 1.500 tahun yang ditemukan oleh para arkeolog.

Sebagaimana dikutip dari laman News.com.au, gaya mumi yang ketika ditemukan di Mongolia tersebut seakan jauh melampaui dari zamannya. Mumi tersebut terlihat mengenakan alas kaki yang kelihatannya sangat mirip dengan bentuk sepatu Adidas.

Para peneliti yang menemukan tangan serta kaki wanita yang telah menjadi mumi di pegunungan Altai,  justru menemukan tampilan dari alas kaki dengan bentuk 3 strip di sisinya itulah hal yang sangat mengundang kegaduhan para nettizen.

Apakah ini adalah bukti dari perjalanan dengan menggunakan mesin waktu? Seorang  user Live Leak menuliskan, “Tak menyangka jika ada Adidas di pada masa itu…”
Pengguna lainnya juga bertanya, “Wah, mumi tersebut memakai Adidas pada gambar pertama, ya?”

Para arkeolog berpendapat bahwa pemakaman Turkik yang pada pertama kalinya ditemukan di Asia Tengah ini nantinya bisa menyingkap sejumlah rincian tentang kehidupan purba di Mongolia.

Jasad tersebut dikuburkan bersama dengan vas tanah liat, pelana, palungan, ketel besi, mangkuk kayu, kekang, beserta seekor kuda utuh.

B. Sukhbaatar, yang merupakan salah seorang peneliti di Museum Khovd mengatakan, “Hal ini merupakan fenomena langka. Temuan ini juga menceritakan kepada kita tentang kepercayaan serta upacara dari kaum Turkik.”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...