Tradisi “Tes Perawan” dari Indramayu

Info Unik :
>> Mafia Paling Ditakuti di China Ternyata Berusia 16 Tahun
>> Gila dah! Gadis 16 Tahun ini Diperkosa 113 Pria, 2 Diantaranya Polisi
>> Astaga… Napi Ini Berusaha Kabur Lewat Kloset


Tradisi “Tes Perawan” dari Indramayu
Adalah tradisi ngarot yang merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan oleh warga di Indramayu.

Ngarot yang dalam bahasa sunda artinya minum, adalah acar pesta minum dan makan di kantor desa sebelum petani memulai menggarap sawah.

Pada awalnya, acara tradisional ini dimulai pada tahun 1686 yang dirintis oleh seorang kepala desa yang pertama Lelea yang bernama Canggara Wirena.

Pada sebagian penduduk disana mempercayai jika ngarot merupakan saat yang penting bagi para remaja agar mendapatkan jodoh. Jodoh yang didapat lewat tradisi ngarot, dipercaya bisa membuat keutuhan dalam berumah tangga.

Di zaman dahulu, upacar ritual ngarot ini  bukanlah ajang untuk mencari jodoh, namun acara untuk pembelajaran bagi para pemuda supaya bijak dalam ilmu pertanian. Acara ini pun hanya bisa diikuti oleh para perawan dan perjaka.

Konon katanya, apabila seorang gadis yang sudah tidak perawan nekad untuk mengikuti pawai arak-arakan acara Ngarot, maka bunga melati yang terselip pada rambutnya akan dengan sendiri menjadi layu dan bila hal itu terjadi maka gadis tersebut akan mendapat ain dikarenakan sudah kehilangan kehormatannya.

Tuah negatif juga akan didapatkan para janda yang nekad  ikut di acara utama Ngarot, yaitu saat acara bertatap wajah dengan para perjaka. Maka wajah gadis yang sudah tidak perawan atau janda tersebut yang awalnya berparas cantik, akan berubah menjadi buruk rupa, yang otomatis ia tidak bisa mendapatkan pasangan hidup, dan yang lebih menakutkan lagi ia tidak akan bisa mendapat pasangan hingga seumur hidup.

Menurut para warga disana, sejak awal tahun 1990 an sampai sekarang, hampir 80% peserta yang ikut tradisi ngarot sukses mendapatkan jodoh dan membangun rumah tangga dengan baik.

Upacara ngarot biasanya dimulai pada pukul 8.30 waktu setempat, dan dengan berkumpulnya para remaja muda-mudi yang mengenakan pakaian warna warni di halaman rumah Kuwu. Para gadis yang mengenakan busana kebaya didominasi warna merah, berselendang, berkain batik, serta dengan rambut yang dihias dengan rangkaian bunga. Kemudian, diselenggarakan pawai arak-arakan keliling desa. Selesai pawai keliling para gadis kembali ke balai desa dan dilanjutkan dengan acara tradisional seperti ronggeng. Menurut warga setempat, seni tarian Ronggeng Ketuk dimaksudkan supaya ngabibita (menggoda) agar para perjaka dan para gadis berpandangan yang selanjutnya saling jatuh hati.
loading...
Baca juga :
>> Saking Panasnya Kota ini kita Bisa Goreng Telur di Jalan Jadi Gak perlu Kompor Lagi
>> Tolak Layani Nafsu Mertua, Istri Diikat Telanjang di Pohon
>> Heboh, Kelamin Palsu Wanita Ini Dilepas Paksa Petugas Bandara

0 Response to "Tradisi “Tes Perawan” dari Indramayu"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...