5 Tradisi “Nasi” Dari Berbagai Daerah Indonesia

Info Unik :
>> Mafia Paling Ditakuti di China Ternyata Berusia 16 Tahun
>> Gila dah! Gadis 16 Tahun ini Diperkosa 113 Pria, 2 Diantaranya Polisi
>> Astaga… Napi Ini Berusaha Kabur Lewat Kloset
Indonesia merupakan negara dengan beragam tradisi yang unuk dan beragam. Nasi yang menjadi makanan pokok di negara ini juga memiliki sebutan untuk dijadikan nama sebuah ritual dan tradisi.

Prosesi pelaksanaannya juga unik dan menarik karena masing-masing daerah Indonesia memiliki prosesi yang berbeda-beda namun mungkin hampir sama denga daerah lain.

Untuk lebih singkatnya lebih baik anda simak 5 tradisi “Nasi” di berbagai daerah Indonesia :

Tradisi Ruahan Nasek, Sambas (Kalimantan Barat)


Tradisi ruahan nasek atau sya’banan (sedekah nasi) di sambas ini hanya dilakukan pada bulan sya’ban untuk menyambut Ramadhan. Tradisi ini biasanya diadakan oleh satu keluarga dengan mengajak penduduk satu kampung atau tetangga terdekat untuk makan di rumah keluarga yang mengadakan acara sya’banan. Diawali dengan tahlilan dan do’a memanjatkan puji syukur kepada Tuhan YME kemudian dilanjutkan dengan makan saprahan. Saprahan merupakan tradisi makan bersama dari daerah ini yang terdiri dari 5 atau  6 orang dan  biasanya terdapat lima sampai enam jenis masakan dalam satu saprah (dalam satu tempat).

Tradisi Liwetan Orang Hamil Saat Gerhana Bulan, Mojoketo


Tradisi ini merupakan tradisi menanak nasi dari kabupaten mojokerto. Sesuai dari namanya liwetan yang artinya menanak nasi. Masyarakat setempat percaya bahwa saat gerhana dan bulan mulai meredup karena dimakan oleh makhluk jahat. Maka dilakukanlah prosesi memasak nasi yang dilakukan oleh kerabat dari wanita yang sedang hamil.

Jika terjadi gerhana total si perempuan hamil tersebut menggigit pecahan genteng, sambil tangan si ibu mengelus perutnya. Sambil menggigit pecahan genteng tersebut ibu hamil diwajibkan melewati kolong tempat tidur yang telah disiapkan. Pada saat yang bersamaan anak-anak disuruh oleh tetua kampung untuk bergelantungan di pohon-pohon. Dengan menjalankan prosesi ini diharapkan bayi yang berada dalam kandungannya akan dilahirkan dengan sehat.

Setelah acara selesai makanan yang telah dimasak tadi dimakan bersama sekaligus menandakan bahwa prosesi liwetan telah selesai.

Tradisi lempar nasi


Tradisi ini telah dipersiapkan dengan nasi beserta lauknya dibungkus dengan daun jati atau daun pisang ditumpuk dan dikumpulkan di sebuah tempat yang di beri nama “Sendang Tambak”. Dilanjutkan dengan memanjatkan do’a-do’a oleh para sesepuh setempat. Kemudian sesepuh desa langsung memulai tradisi ini dengan melempar bungkusan nasi yang telah dibawa tadi kepada sesama warga .
Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur masrakat atas hasil yang melimpah tahun ini. Meski saling lempar, masyarakat tidak merasa sakit hati dan dendam antar satu sama lain
Tradisi ini terdapat dibeberapa daerah, di tanah jawa seperti ; Ngawi, Nganjuk, Pati, Kediri, dan Nglipar (Kabupaten Gunung Kidul)

Tradisi gembrong liwet, Sumedang

tradisi gembrong liwet atau dalam bahasa indonesia berarti menanak nasi liwet. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut bulan ramadhan dengan cara memasak nasi liwet di halaman rumah atau ditengah sawah. Tradisi ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan tali silaturahmi antar masyarakat

Tradisi Ba Bu atau Mee Bu, Aceh


Tradisi ba bu atau mee bu (membawa nasi) dilaksanakan untuk menyambut kehadiran sang cucu yang dilaksanakan oleh ibu mertua dari pihak suami yang diharapkan agar si bayi dapat lahir dengan sehat dan nutrisinya tercukupi. Tak hanya nasi, makanan-makanan lezat lain juga dibawa ketempat si ibu yang sedang hamil. Tradisi ini biasanya berlangsung pada tujuh bulan kehamilan. Kemudian nasi dan makanan yang diantar tersebut dimakan bersama-sama.
loading...
Baca juga :
>> Saking Panasnya Kota ini kita Bisa Goreng Telur di Jalan Jadi Gak perlu Kompor Lagi
>> Tolak Layani Nafsu Mertua, Istri Diikat Telanjang di Pohon
>> Heboh, Kelamin Palsu Wanita Ini Dilepas Paksa Petugas Bandara

0 Response to "5 Tradisi “Nasi” Dari Berbagai Daerah Indonesia"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...